Pelajaran 24: فقه المبادرة عند ظهور علامات الساعة - Fiqih Inisiatif saat Tanda-Tanda Kiamat Muncul

Teks Arab (dari PDF asli)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا». [رواه مسلم 118]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «سَتُصَالِحُونَ الرُّومَ صُلْحًا آمِنًا، فَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِكُمْ». [رواه مسلم 2893]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَىٰ غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرُوا السَّاعَةَ». [رواه البخاري]

الْمُبَادَرَاتُ السَّبْعُ: سَبْعُ مُبَادَرَاتٍ تَكُونُ فِتَنًا تُخَفِّفُ الْوَطْأَ أَوْ تَكُونُ مَانِعَةً مِنَ الْوُقُوعِ فِيهَا.

Terjemahan Lengkap

Pelajaran kedua puluh empat ini membahas fiqih inisiatif (fiqih al-mubadarah) — yaitu tindakan proaktif yang harus dilakukan oleh setiap Muslim ketika tanda-tanda kiamat mulai muncul. Pelajaran ini merupakan inti dari seluruh pembahasan fiqih at-tahawwulat.

1. Definisi Fiqih Inisiatif

Fiqih Al-Mubadarah (فقه المبادرة) adalah cabang fiqih yang membahas tindakan-tindakan proaktif yang harus dilakukan oleh setiap Muslim sebelum fitnah datang — atau ketika tanda-tanda kiamat mulai muncul. Inisiatif ini berfungsi sebagai pencegahan dan perlindungan dari berbagai fitnah yang akan terjadi.

Dalil utama:

"Bersegeralah (beramallah) sebelum datang fitnah yang seperti potongan-potongan malam yang gelap, di pagi hari seorang beriman dan di sore hari kafir, atau di sore hari beriman dan di pagi hari kafir, ia menjual agamanya dengan keuntungan dunia." (HR. Muslim no. 118)

2. Urgensi Inisiatif

Mengapa inisiatif sangat penting?

  1. Fitnah datang dengan tiba-tiba — tanpa peringatan yang jelas
  2. Manusia bisa berubah dalam sekejap — dari beriman menjadi kafir
  3. Agama bisa terjual dengan harga dunia yang sangat murah
  4. Hati bisa terpengaruh — oleh rayuan dan tipu daya
  5. Kesempatan untuk beramal shaleh bisa hilang dalam sekejap

Dalil penting:

"Manfaatkanlah lima sebelum lima: mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, luangmu sebelum sibukmu, hidupmu sebelum matimu." (HR. Hakim, dishahihkan)

3. Tujuh Inisiatif Utama (المبادرات السبع)

Berdasarkan hadits-hadits shahih dan pemahaman para ulama, Al-Habib Abu Bakar al-Habib merumuskan tujuh inisiatif utama yang harus dilakukan oleh setiap Muslim — sebelum dan ketika tanda-tanda kiamat muncul:

a. Inisiatif Beriman (مبادرة الإيمان)

Yaitu memperkuat iman dan tauhid — sebelum keraguan merajalela.

Tindakan:
- Memperdalam pengetahuan tentang Allah ﷻ
- Memperkuat tauhid — dengan beribadah dengan benar
- Memperbanyak membaca Al-Quran
- Memperdalam pemahaman tentang rukun iman
- Memperkuat keyakinan kepada hari akhir

Dalil: Banyak ayat Al-Quran tentang pentingnya iman yang kuat.

b. Inisiatif Beribadah (مبادرة العبادة)

Yaitu memperbanyak ibadah — sebelum waktu yang sulit datang.

Tindakan:
- Memperbaiki shalat fardhu — menjadi lebih khusyuk
- Memperbanyak shalat sunnah — rawatib dan lainnya
- Memperbanyak dzikir — pagi dan petang
- Memperbanyak doa — kepada Allah ﷻ
- Memperbanyak sedekah — sebagai ibadah sosial

Dalil:

"Dan ibadahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian)." (QS. Al-Hijr: 99)

c. Inisiatif Berilmu (مبادرة العلم)

Yaitu memperdalam ilmu — sebelum kebodohan merajalela.

Tindakan:
- Mempelajari Al-Quran dan tafsirnya
- Mempelajari hadits dan sanadnya
- Mempelajari fiqih dan usulnya
- Mempelajari tauhid dan akidah
- Mempelajari bahasa Arab — untuk memahami sumber

Dalil:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan." (QS. Al-'Alaq: 1)

d. Inisiatif Berdakwah (مبادرة الدعوة)

Yaitu menyampaikan dakwah — sebelum fitnah merajalela.

Tindakan:
- Menyampaikan ilmu yang bermanfaat
- Mengingatkan saudara-saudara Muslim
- Memberikan contoh yang baik
- Mengajak kepada kebaikan
- Mencegah dari kemungkaran

Dalil:

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar." (QS. Ali 'Imran: 104)

e. Inisiatif Berpolitik (مبادرة السياسة)

Yaitu memperbaiki kebijakan — sebelum kerusakan terjadi.

Tindakan:
- Memilih pemimpin yang shaleh
- Mendukung kebijakan yang adil
- Menolak kebijakan yang zalim
- Berkonsultasi dengan ulama
- Berpartisipasi dalam politik yang sehat

Dalil:

"Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu." (QS. Ali 'Imran: 159)

f. Inisiatif Berekonomi (مبادرة الاقتصاد)

Yaitu membangun ekonomi yang adil — sebelum krisis terjadi.

Tindakan:
- Bekerja dengan halal
- Bertransaksi dengan jujur
- Bersedekah dengan ikhlas
- Menghindari riba
- Mendukung ekonomi umat

Dalil:

"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan." (QS. An-Nisa: 5)

g. Inisiatif Bersosial (مبادرة الاجتماع)

Yaitu memperbaiki hubungan sosial — sebelum perpecahan terjadi.

Tindakan:
- Memperbaiki silaturahmi
- Memperbaiki tetangga
- Memperbaiki teman kerja
- Memperbaiki masyarakat
- Memperbaiki umat

Dalil:

"Bertakwalah kepada Allah dalam (urusan) perempuan-perempuan (yang kamu nikahi), sesungguhnya kamu tidak boleh memperlakukan mereka secara aniaya." (HR. Abu Dawud)

4. Inisiatif Tambahan (المبادرات الإضافية)

Selain tujuh inisiatif utama, ada inisiatif tambahan yang juga penting:

a. Inisiatif Berdoa untuk Umat (مبادرة الدعاء للأمة)

Berdoa untuk umat Islam — agar diberi petunjuk dan dijauhkan dari fitnah.

Dalil: Doa Nabi ﷺ untuk umat Islam.

b. Inisiatif Berdoa untuk Negeri (مبادرة الدعاء للوطن)

Berdoa untuk negeri — agar diberi keamanan dan kedamaian.

Dalil: Doa Nabi ﷺ untuk Madinah.

c. Inisiatif Memperbaiki Diri (مبادرة إصلاح النفس)

Memperbaiki diri — dengan meninggalkan segala kemaksiatan.

Dalil:

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)

d. Inisiatif Memperbaiki Keluarga (مبادرة إصلاح الأسرة)

Memperbaiki keluarga — karena keluarga adalah fondasi masyarakat.

Dalil:

"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS. At-Tahrim: 6)

e. Inisiatif Memperbaiki Masyarakat (مبادرة إصلاح المجتمع)

Memperbaiki masyarakat — dengan berbagai amal shaleh.

Dalil:

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. Az-Zalzalah: 7)

f. Inisiatif Menyiapkan Bekal (مبادرة تجهيز الزاد)

Menyiapkan bekal untuk akhirat — dengan memperbanyak amal shaleh.

Dalil:

"Dan beramallah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat amalmu." (QS. At-Tawbah: 105)

g. Inisiatif Berdoa dengan Khusyuk (مبادرة الخشوع في الدعاء)

Berdoa dengan khusyuk — dan mengulang-ngulang doa.

Dalil: Doa Nabi ﷺ yang khusyuk — dan berulang-ulang.

5. Tanda-Tanda Inisiatif yang Diterima

Ciri-ciri inisiatif yang diterima:

  1. Dilakukan dengan ikhlas — karena Allah ﷻ
  2. Sesuai dengan sunnah — Rasulullah ﷺ
  3. Dilakukan dengan istiqomah — terus-menerus
  4. Dilakukan dengan benar — sesuai tuntunan
  5. Dilakukan dengan penuh harap — akan ridha Allah ﷻ
  6. Dilakukan dengan rendah hati — bukan untuk pamer

6. Tanda-Tanda Inisiatif yang Ditolak

Ciri-ciri inisiatif yang ditolak:

  1. Dilakukan dengan riya' — untuk pamer
  2. Tidak sesuai dengan sunnah — mengikuti hawa nafsu
  3. Tidak istiqomah — sering bolong-bolong
  4. Dilakukan dengan sia-sia — tanpa makna
  5. Dilakukan dengan sombong — merasa lebih baik
  6. Dilakukan dengan merusak — amal orang lain

7. Tujuh Inisiatif Mengatasi Fitnah (المبادرات السبع لمواجهة الفتن)

Tujuh inisiatif yang bisa mengatasi atau mencegah fitnah:

  1. Inisiatif dalam beriman — Memperkuat iman sebelum terjadi keraguan
  2. Inisiatif dalam beribadah — Memperbanyak ibadah sebelum datang waktu sulit
  3. Inisiatif dalam berilmu — Memperdalam ilmu sebelum datang kebodohan massal
  4. Inisiatif dalam berdakwah — Menyampaikan kebenaran sebelum fitnah merajalela
  5. Inisiatif dalam berpolitik — Memperbaiki kebijakan sebelum terjadi kerusakan
  6. Inisiatif dalam berekonomi — Membangun ekonomi yang adil sebelum terjadi krisis
  7. Inisiatif dalam berprilaku sosial — Memperbaiki hubungan sosial sebelum terjadi perpecahan

8. Dalil-Dalil Penting

a. Hadits tentang Inisiatif Beramal Shaleh:

"Beramallah sebelum datang fitnah yang seperti potongan-potongan malam yang gelap." (HR. Muslim)

b. Hadits tentang Tidak Menunda-Nunda:

"Manfaatkanlah lima sebelum lima: mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, luangmu sebelum sibukmu, hidupmu sebelum matimu." (HR. Hakim, dishahihkan)

c. Hadits tentang Amal Shaleh yang Berlanjut:

"Barangsiapa yang beramal dengan amal saleh, maka baginya pahala sepuluh kali lipat." (HR. Bukhari)

d. Hadits tentang Bertaubat:

"Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya seratus kali setiap hari." (HR. Muslim)

9. Pelajaran dan Hikmah

Pelajaran penting:

  1. Sabar adalah kunci dalam menghadapi fitnah
  2. Berdoa adalah senjata yang paling kuat bagi orang beriman
  3. Berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah adalah benteng yang paling kuat
  4. Memperbanyak amal shaleh adalah bekal yang paling utama
  5. Memilih teman yang baik adalah langkah yang paling bijaksana
  6. Bertaubat dengan tulus adalah awal dari segala kebaikan
  7. Tidak menunda-nunda adalah kebijakan yang paling tepat

Catatan

  1. Konteks Historis: Pelajaran ini sangat relevan dengan kondisi umat Islam di zaman modern — yang sedang menghadapi berbagai fitnah — baik fitnah dakwah, politik, ekonomi, maupun sosial.

  2. Kontribusi Pengarang: Al-Habib Abu Bakar al-Habib menyusun pelajaran ini dengan sangat detail — termasuk jenis-jenis inisiatif yang harus dilakukan, waktu-waktu strategis untuk berinisiatif, dan tanda-tanda diterimanya inisiatif.

  3. Aplikasi Praktis: Pelajaran ini mengajarkan kita untuk tidak terlena dengan kehidupan dunia — dan mulai berinisiatif untuk memperbaiki diri dan memperbaiki umat. Yang harus kita lakukan adalah memperbanyak amal shaleh — sebagai bekal menghadapinya.

  4. Harapan Besar: Meskipun banyak fitnah yang terjadi, kita tetap berharap kepada Allah ﷻ untuk mendapatkan kebaikan di akhir zaman — dengan tetap beriman dan beramal shaleh.

  5. Pesan Moral: Pelajaran ini mengajarkan kita bahwa setiap kita memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki diri dan memperbaiki umat. Dengan sabar, bertawakal, berdoa, dan berinisiatif beramal shaleh, kita akan mendapatkan pertolongan Allah ﷻ di setiap waktu dan tempat.

Wallahu a'lam bish-shawab