Pelajaran 23: موقف المسلم من الفتن وما يترتب على المبادرة بالأعمال الصالحة عند ظهورها - Sikap Muslim terhadap Fitnah dan Kewajiban Inisiatif Beramal Saleh saat Tanda-Tanda Muncul
Teks Arab (dari PDF asli)
قَالَ تَعَالَىٰ: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾ [آل عمران: 200]
قَالَ تَعَالَىٰ: ﴿وَقَالُوا رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ﴾ [آل عمران: 8]
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ، وَالْقَائِمُ خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي». [رواه البخاري 3601]
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّايَاتِ السُّودَ قَدْ جَاءَتْ مِنْ قِبَلِ خُرَاسَانَ فَأْتُوهَا وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ». [رواه البخاري]
Terjemahan Lengkap
Pelajaran kedua puluh tiga ini membahas sikap Muslim terhadap fitnah dan kewajiban inisiatif beramal shaleh ketika tanda-tanda kiamat mulai muncul. Pelajaran ini sangat penting karena membahas respons praktis yang harus diambil oleh setiap Muslim.
1. Definisi Sikap Muslim terhadap Fitnah
Sikap Muslim terhadap fitnah adalah sikap yang harus diambil oleh setiap Muslim dalam menghadapi berbagai fitnah yang terjadi di akhir zaman. Sikap ini sangat krusial — karena fitnah bisa merusak keimanan, moral, dan kehidupan seorang Muslim.
Dalil penting:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah, kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasanmu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Ali 'Imran: 200)
"Dan mereka berkata: 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.'" (QS. Ali 'Imran: 8)
2. Dalil-Dalil Syar'i tentang Sikap terhadap Fitnah
a. Hadits tentang Meninggalkan Fitnah:
"Akan datang fitnah-fitnah di mana orang yang duduk (diam) lebih baik dari yang berdiri, yang berdiri lebih baik dari yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik dari yang berusaha (terjun)." (HR. Bukhari no. 3601)
b. Hadits tentang Ucapan yang Menyelamatkan:
"Akan datang pada manusia tahun-tahun pengkhianatan, di mana dusta dianggap benar, dan yang benar dianggap dusta; pengkhianat dipercaya, dan yang terpercaya dianggap dusta." (HR. Ibnu Majah)
c. Hadits tentang Menahan Lisan dan Tangan:
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR. Bukhari)
d. Hadits tentang Berhati-hati di Masa Fitnah:
"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari)
3. Sikap-Sikap yang Tepat dalam Menghadapi Fitnah
a. Sabar (الصبر)
Sabar adalah kunci utama dalam menghadapi fitnah. Dengan sabar, seorang Muslim tidak akan terbawa oleh arus fitnah yang merusak.
Dalil:
"Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Anfal: 46)
b. Tawakal (التوكل)
Tawakal adalah berserah diri kepada Allah ﷻ — setelah berusaha semaksimal mungkin.
Dalil:
"Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. Ath-Thalaq: 3)
c. Berdoa (الدعاء)
Doa adalah senjata orang beriman — yang bisa mengubah keadaan.
Dalil:
"Dan ketika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah: 186)
d. Berpegang Teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah (التمسك بالكتاب والسنة)
Berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah adalah benteng yang paling kuat dari fitnah.
Dalil:
"Barangsiapa yang berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah, niscaya Allah akan menjaganya dari fitnah-fitnah." (HR. Tirmidzi)
e. Menjaga Lisan dan Tangan (حفظ اللسان واليد)
Menjaga lisan dari ghibah, namimah, dan dusta — serta menjaga tangan dari kezaliman.
Dalil:
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari)
f. Memilih Lingkungan yang Baik (اختيار الصحبة الصالحة)
Memilih teman yang baik — yang mendukung ketaatan kepada Allah ﷻ.
Dalil:
"Seseorang akan mengikuti agama teman dekatnya. Maka hendaklah seseorang melihat kepada siapa dia berteman." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
g. Memperbanyak Amal Shaleh (الإكثار من العمل الصالح)
Memperbanyak amal shaleh — sebagai bekal menghadapi fitnah.
Dalil:
"Beramallah sebelum datang fitnah yang seperti potongan-potongan malam yang gelap." (HR. Muslim)
h. Bertaubat dengan Tulus (التوبة الصادقة)
Bertaubat dengan tulus — dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan.
Dalil:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang sungguh-sungguh (taubatan nashuha)." (QS. At-Tahrim: 8)
4. Inisiatif Beramal Shaleh (المبادرة بالأعمال الصالحة)
Inisiatif beramal shaleh adalah tindakan proaktif yang harus dilakukan oleh setiap Muslim — sebelum fitnah datang dan merusak.
Prinsip utama: "Beramallah sebelum datang fitnah"
a. Jenis-Jenis Amal Shaleh yang Harus Dimulai
- Amal Shaleh yang Berkaitan dengan Ibadah:
- Memperbaiki shalat — menjadi lebih khusyuk
- Memperbanyak dzikir — kepada Allah ﷻ
- Memperbanyak doa — memohon kebaikan
- Memperbanyak shalat sunnah — sebagai tambahan
-
Memperbanyak puasa — terutama Senin-Kamis
-
Amal Shaleh yang Berkaitan dengan Muamalah:
- Memperbaiki hubungan dengan sesama
- Memperbaiki silaturahmi — dengan keluarga
- Memperbaiki hutang-piutang — dengan tetangga
- Memperbaiki jujur — dalam berdagang
-
Memperbaiki adil — dalam bermuamalah
-
Amal Shaleh yang Berkaitan dengan Dakwah:
- Menyampaikan ilmu yang bermanfaat
- Mengingatkan saudara-saudara Muslim
- Memperbaiki kehidupan umat
- Memberikan contoh yang baik
-
Berdoa untuk umat Islam
-
Amal Shaleh yang Berkaitan dengan Diri Sendiri:
- Mempelajari ilmu agama
- Memperbaiki akhlak
- Menjaga kesehatan
- Mempersiapkan bekal akhirat
- Memperbanyak istighfar
b. Waktu-Waktu Strategis untuk Berinisiatif
1. Saat Fitnah Muncul
Berinisiatif dengan memperbanyak amal shaleh — karena amal shaleh adalah benteng dari fitnah.
2. Saat Tanda-Tanda Kecil Muncul
Berinisiatif dengan memperbanyak amal shaleh — sebagai persiapan menghadapi tanda-tanda yang lebih besar.
3. Saat Tanda-Tanda Menengah Muncul
Berinisiatif dengan memperkuat posisi di barisan kebenaran — dan tidak ikut-ikutan dalam kerusuhan.
4. Saat Tanda-Tanda Besar Muncul
Berinisiatif dengan memperkuat iman dan memperbanyak amal shaleh — karena waktu sudah sangat singkat.
5. Saat Menjelang Kiamat
Berinisiatif dengan memperkuat keimanan — dan tidak terlena oleh gemerlapan dunia.
5. Tanda-Tanda Amal Shaleh yang Diterima
Ciri-ciri amal shaleh yang diterima:
- Dilakukan dengan ikhlas — karena Allah ﷻ
- Sesuai dengan sunnah — Rasulullah ﷺ
- Dilakukan dengan istiqomah — terus-menerus
- Dilakukan dengan benar — sesuai tuntunan
- Dilakukan dengan penuh harap — akan ridha Allah ﷻ
- Dilakukan dengan rendah hati — bukan untuk pamer
6. Tanda-Tanda Amal Shaleh yang Ditolak
Ciri-ciri amal shaleh yang ditolak:
- Dilakukan dengan riya' — untuk pamer
- Tidak sesuai dengan sunnah — mengikuti hawa nafsu
- Tidak istiqomah — sering bolong-bolong
- Dilakukan dengan sia-sia — tanpa makna
- Dilakukan dengan sombong — merasa lebih baik
- Dilakukan dengan merusak — amal orang lain
7. Dalil-Dalil Penting
a. Hadits tentang Inisiatif Beramal Shaleh:
"Beramallah sebelum datang fitnah yang seperti potongan-potongan malam yang gelap." (HR. Muslim)
b. Hadits tentang Tidak Menunda-Nunda:
"Manfaatkanlah lima sebelum lima: mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, luangmu sebelum sibukmu, hidupmu sebelum matimu." (HR. Hakim, dishahihkan)
c. Hadits tentang Amal Shaleh yang Berlanjut:
"Barangsiapa yang beramal dengan amal saleh, maka baginya pahala sepuluh kali lipat." (HR. Bukhari)
d. Hadits tentang Bertaubat:
"Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya seratus kali setiap hari." (HR. Muslim)
8. Pelajaran dan Hikmah
Pelajaran penting:
- Sabar adalah kunci dalam menghadapi fitnah
- Berdoa adalah senjata yang paling kuat bagi orang beriman
- Berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah adalah benteng yang paling kuat
- Memperbanyak amal shaleh adalah bekal yang paling utama
- Memilih teman yang baik adalah langkah yang paling bijaksana
- Bertaubat dengan tulus adalah awal dari segala kebaikan
- Tidak menunda-nunda adalah kebijakan yang paling tepat
Catatan
-
Konteks Historis: Pelajaran ini sangat relevan dengan kondisi umat Islam di zaman modern — yang sedang menghadapi berbagai fitnah — baik fitnah dakwah, politik, ekonomi, maupun sosial.
-
Kontribusi Pengarang: Al-Habib Abu Bakar al-Habib menyusun pelajaran ini dengan sangat detail — termasuk jenis-jenis amal shaleh yang harus dilakukan, waktu-waktu strategis untuk berinisiatif, dan tanda-tanda diterimanya amal shaleh.
-
Aplikasi Praktis: Pelajaran ini mengajarkan kita untuk tidak terlena dengan kehidupan dunia — dan mulai berinisiatif untuk memperbaiki diri dan memperbaiki umat. Yang harus kita lakukan adalah memperbanyak amal shaleh — sebagai bekal menghadapinya.
-
Harapan Besar: Meskipun banyak fitnah yang terjadi, kita tetap berharap kepada Allah ﷻ untuk mendapatkan kebaikan di akhir zaman — dengan tetap beriman dan beramal shaleh.
-
Pesan Moral: Pelajaran ini mengajarkan kita bahwa setiap kita memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki diri dan memperbaiki umat. Dengan sabar, bertawakal, berdoa, dan berinisiatif beramal shaleh, kita akan mendapatkan pertolongan Allah ﷻ di setiap waktu dan tempat.
Wallahu a'lam bish-shawab